Medan, 16 Mei 2026 – Pasca aksi unjuk rasa mahasiswa Universitas Bunda Thamrin pada Kamis (7/5/2026) terkait tuntutan transparansi program KIP Kuliah, sejumlah mahasiswa kembali terlihat berkumpul di salah satu rumah kos di Jalan Rezeki, kawasan Titipapan, Gatot Subroto, Kota Medan, Jumat (16/5/2026).
Para mahasiswa yang mayoritas berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT) tersebut mengaku masih menunggu kepastian terkait nasib bantuan pendidikan KIP Kuliah yang sebelumnya dijanjikan. Kondisi tersebut disebut berdampak langsung terhadap keberlangsungan hidup mereka selama berada di perantauan.
Salah seorang mahasiswa yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan menyampaikan bahwa hingga saat ini mereka belum memperoleh titik terang mengenai persoalan tersebut.
“Kami sampai sekarang belum mendapatkan kejelasan mengenai KIP Kuliah itu. Kondisi kami jadi terombang-ambing di Kota Medan ini,” ungkapnya kepada awak media.
Ia juga menjelaskan bahwa jatah makanan dari mess mahasiswa yang selama ini mereka tempati telah berakhir pada malam sebelumnya.
“Kemarin malam adalah jatah terakhir kami mendapatkan makanan dari mess. Hari ini kami datang beramai-ramai ke Jalan Rezeki ini mendatangi kerabat kami yang ngekos untuk menumpang makan di sini,” lanjutnya.
Kondisi para mahasiswa tersebut kemudian menarik perhatian seorang pemilik media online sekaligus Ketua Pokdarkamtibmas Bhayangkara Resor Medan, Darwin.
Sekitar pukul 15.00 WIB, Darwin didampingi Sofian datang langsung ke lokasi untuk menyerahkan bantuan sembako kepada para mahasiswa.
Adapun bantuan yang diberikan meliputi:
10 goni beras ukuran 10 kilogram, 1 dus minyak makan, 10 dus mi instan, 5 dus sarden, 20 papan telur, 5 kilogram gula pasir, 20 kaleng susu kental manis, 10 kotak teh Sariwangi.
Melihat kondisi lokasi yang dipenuhi mahasiswa dengan berbagai keluhan dan harapan mengenai masa depan pendidikan mereka, Darwin mengaku merasa prihatin dan terenyuh.
“Kami berharap bantuan yang kami bawa ini bisa sedikit membantu kebutuhan adik-adik mahasiswa, walaupun mungkin tidak untuk jangka panjang. Semoga mereka segera mendapatkan kejelasan tentang nasib pendidikan dan keberlangsungan hidup mereka di tanah rantau ini,” ujar Darwin.
Kehadiran bantuan tersebut disambut haru oleh para mahasiswa. Mereka berharap persoalan mengenai KIP Kuliah dapat segera memperoleh penyelesaian sehingga mereka dapat kembali fokus melanjutkan pendidikan tanpa dihantui persoalan kebutuhan hidup sehari-hari.














