Medan – Sejumlah warga Lingkungan VI, Kelurahan Titi Papan, Kecamatan Medan Deli, menolak rencana pembangunan rumah ibadah Vihara di sekitar tempat tinggal mereka.
Penolakan muncul karena di Lingkungan VI tidak terdapat warga yang beragama Buddha. Warga menilai pembangunan vihara tersebut dapat menimbulkan permasalahan di kemudian hari.
Puluhan warga menggelar orasi di Kantor Camat Medan Deli, Jalan Rumah Potong Hewan No. 24, Mabar, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, Kamis (18/9/2025). Mereka membawa spanduk dan poster bertuliskan penolakan terhadap rencana pembangunan vihara dan yayasan sosial tersebut.
“Kami warga Lingkungan VI menolak dan tidak setuju dibangunnya vihara dan yayasan sosial di Lingkungan VI Titi Papan. Karena di lingkungan kami tidak ada masyarakat beragama Buddha, hal itu bisa menimbulkan masalah SARA,” tegas perwakilan warga.
Selain menolak pembangunan vihara, warga juga meminta pihak Kecamatan Medan Deli menonaktifkan Kepala Lingkungan VI, Syawaluddin, dari jabatannya. Ia diduga telah membagikan paket sembako kepada warga yang bersedia mendukung pembangunan vihara tersebut.
“Selama menjabat kepling, ia tidak pernah aktif mengadakan kegiatan sosial maupun keagamaan. Semua urusan administrasi selalu meminta biaya tambahan. Dengan adanya rencana pembangunan yayasan sosial dan vihara ini, kami menduga ada penerimaan uang pelicin. Bahkan warga diminta mendukung dengan iming-iming beras, minyak, dan gula,” ungkap salah seorang warga.
Warga juga menolak Syawaluddin untuk tetap menjabat sebagai kepala lingkungan, karena dinilai telah merugikan masyarakat dan tidak lagi layak dipercaya.
Kasi Trantib Kecamatan Medan Deli, Ahmad Rivai Siregar, yang hadir mewakili Camat Medan Deli, menyatakan pihak kecamatan belum pernah mengeluarkan rekomendasi terkait pembangunan vihara tersebut. Pihak kecamatan berjanji akan mengevaluasi kinerja kepala lingkungan yang dituding membagi-bagikan sembako agar warga mendukung pembangunan vihara.
Musyawarah antara warga, kelurahan, Babinkamtibmas, Babinsa, dan pihak terkait masih akan berlanjut untuk mencari solusi atas persoalan ini.














