MEDAN – Seorang operator alat musik bernama Muhajirin (45) menjadi korban dugaan penggelapan sepeda motor saat bertugas di sebuah acara pesta di Jalan Sentosa Lama, Kecamatan Medan Perjuangan, Kota Medan, Sabtu (30/5) sekitar pukul 17.30 WIB.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh, seorang pria yang belum diketahui identitasnya diduga telah berada di lokasi pesta sejak sekitar pukul 15.00 WIB. Pria tersebut berbaur dengan para tamu undangan sehingga tidak menimbulkan kecurigaan dari siapa pun yang hadir.
Bahkan, baik pihak keluarga penyelenggara acara maupun para tamu mengira pria tersebut merupakan kerabat atau kenalan dari pihak lain yang hadir dalam pesta tersebut.
Sekitar pukul 17.30 WIB, pria tersebut mendekati korban dan mengajaknya berbincang. Dalam percakapan tersebut, pelaku menanyakan apakah korban sudah makan atau belum. Tidak lama kemudian, pria itu memberikan sejumlah uang kepada korban dengan alasan untuk membeli rokok dan menyebut uang tersebut merupakan sisa belanja yang diperintahkan oleh pemilik acara untuk diberikan kepada korban.
Karena tidak menaruh curiga, korban menerima uang tersebut dan tetap menjalankan tugasnya sebagai operator alat musik di acara tersebut.
Tak lama berselang, pria tersebut kembali mendatangi korban dan mengajaknya mengambil sebuah kipas angin di rumahnya untuk dibawa ke lokasi pesta. Korban kemudian mengantar pria tersebut menggunakan sepeda motor miliknya.
Namun di tengah perjalanan, pria tersebut mengaku bahwa kunci rumahnya sedang dibawa oleh ayahnya yang saat itu berada di lokasi pesta. Keduanya pun kembali ke tempat acara.
Setelah tiba di lokasi, korban sempat pergi mengisi bahan bakar. Saat kembali, pria tersebut sudah menunggu di persimpangan jalan dan meminta izin meminjam sepeda motor korban untuk menjemput kipas angin. Saat itu, pria tersebut juga terlihat bersama seorang anak kecil yang berada di sekitar lokasi sehingga korban semakin yakin bahwa pria tersebut merupakan warga sekitar.
Tanpa menaruh curiga, korban kemudian menyerahkan kunci sepeda motor miliknya.
Namun hingga beberapa waktu berlalu, pria tersebut tidak kunjung kembali. Korban yang mulai panik kemudian menanyakan keberadaan pria tersebut kepada pemilik acara. Pihak keluarga yang menggelar pesta mengaku tidak mengenal pria tersebut dan mengira ia merupakan kenalan dari tamu lainnya.
Korban lalu mencari anak kecil yang sebelumnya ikut bersama pria tersebut. Dari keterangan anak tersebut diketahui bahwa dirinya telah diturunkan di sebuah persimpangan jalan. Sebelum pergi, pria itu memberikan dua amplop kosong kepada anak tersebut dan langsung melarikan diri menggunakan sepeda motor korban.
Akibat kejadian tersebut, korban kehilangan satu unit sepeda motor Honda Revo warna hitam dengan nomor polisi BK 4124 AKR. Kerugian yang dialami korban diperkirakan mencapai belasan juta rupiah.
Korban berencana melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Medan Timur guna proses penyelidikan lebih lanjut.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, sosok pria yang diduga terlibat dalam kejadian tersebut sempat terekam kamera CCTV di sekitar lokasi. Rekaman tersebut kini menjadi salah satu petunjuk yang diharapkan dapat membantu pihak kepolisian dalam mengidentifikasi identitas pria tersebut.
Foto tangkapan layar CCTV turut dipublikasikan untuk membantu proses pencarian dan identifikasi. Namun hingga berita ini diturunkan, identitas pria yang terekam dalam rekaman tersebut masih belum diketahui dan masih menunggu hasil penyelidikan dari pihak berwenang.
Korban berharap masyarakat yang mengenali pria dalam rekaman CCTV tersebut dapat memberikan informasi kepada pihak kepolisian agar kasus ini segera terungkap.
Peristiwa ini juga menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap berbagai modus kejahatan yang memanfaatkan kepercayaan korban, terutama di lokasi keramaian seperti pesta atau acara keluarga. Warga diimbau untuk tidak mudah meminjamkan kendaraan kepada orang yang baru dikenal meskipun terlihat meyakinkan atau berada di lingkungan yang dianggap aman. (FD)














