MEDAN, winnewstv.com — Pemadaman listrik massal atau blackout yang terjadi di wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) sejak Jumat malam, 22 Mei 2026, menimbulkan dampak besar bagi masyarakat dan pelaku usaha.
Salah satu yang terdampak adalah usaha coffee angkringan yang dijalankan oleh wanita muda yang bernama Amira Mufida Harahap yang berada di Jalan Menteng Raya, Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan.
Amira Mufida Harahap atau yang akrab disapa Fida mengaku kecewa dengan sistem pemadaman listrik yang terjadi tanpa adanya pemberitahuan sebelumnya. Akibat blackout tersebut, usaha coffee angkringan yang dijalankannya terpaksa tutup total sejak listrik padam pada Jumat (22/5/2026) sekitar pukul 18.44 WIB hingga Sabtu (23/5/2026), karena aliran listrik di lokasi usahanya belum juga kembali normal.
Menurut Fida, seluruh operasional usaha yang dijalankannya bergantung penuh pada pasokan listrik, mulai dari penerangan, mesin kopi, pendingin minuman, hingga peralatan penunjang lainnya.
“Usaha kami ini 100 persen menggunakan listrik. Jadi saat listrik mati, otomatis semuanya tidak bisa berjalan. Kami terpaksa tutup karena memang tidak ada yang bisa digunakan,” ujar Fida kepada awak media, Sabtu (23/5/2026).
Ia mengatakan blackout tersebut bukan hanya menghentikan aktivitas usaha, tetapi juga berdampak langsung terhadap penghasilan sehari-hari yang menjadi sumber kebutuhan hidupnya.
“Kami sangat kecewa karena pemadaman terjadi tanpa ada pemberitahuan sebelumnya. Kalau ada informasi dari awal mungkin kami bisa antisipasi, minimal mengurangi kerugian. Tapi ini benar-benar mendadak,” ungkapnya.
Fida berharap pihak terkait, khususnya PLN, dapat segera memulihkan pasokan listrik secara menyeluruh dan memberikan penjelasan resmi kepada masyarakat mengenai penyebab blackout yang meluas di wilayah Sumbagut.
“Harapan kami listrik bisa segera normal kembali. Karena banyak usaha kecil seperti kami yang sangat bergantung pada listrik untuk bertahan hidup,” tambahnya.
Diketahui, blackout yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Bagian Utara sejak Jumat malam menyebabkan aktivitas masyarakat terganggu. Selain pelaku usaha, pemadaman listrik juga berdampak pada rumah tangga, layanan internet, hingga aktivitas ekonomi di beberapa daerah.
Hingga berita ini diturunkan, sejumlah wilayah dilaporkan masih mengalami pemadaman listrik dan masyarakat masih menunggu pemulihan pasokan listrik secara normal. (FD)














