MEDAN, 15 Oktober 2025 — Warga Lingkungan 6 menggelar kegiatan zikir bersama sebagai tanda tolak bala setelah terjadinya polemik terkait rencana pembangunan yayasan atau rumah duka di kawasan tersebut.
Kegiatan zikir dilakukan sebagai bentuk doa dan harapan agar lingkungan mereka tetap aman, tenteram, serta terhindar dari perpecahan antarwarga. Warga mengaku merasa resah atas rencana pembangunan yayasan tersebut, mengingat lokasi yang direncanakan berada di depan masjid dan di tengah mayoritas masyarakat beragama Islam.
Sebelumnya, sempat terjadi kericuhan di antara warga akibat perbedaan pendapat mengenai pembangunan yayasan itu. Beberapa warga menolak karena menilai keberadaan rumah duka kurang sesuai dengan kondisi sosial dan keagamaan setempat.
Situasi sempat memanas ketika muncul dugaan bahwa pihak yayasan memberikan bantuan sembako kepada sebagian warga sebagai bentuk dukungan atas pembangunan tersebut. Hal ini membuat sebagian warga lain merasa keberatan dan menilai tindakan tersebut memicu perpecahan di lingkungan.
Sejumlah warga juga menyampaikan ketidakpuasan terhadap Kepala Lingkungan 6, Sawalludin, yang dianggap tidak mampu merangkul seluruh warganya secara adil dalam menyikapi persoalan ini. Warga berharap pemerintah setempat dapat meninjau kembali kepemimpinan Kepala Lingkungan 6 agar situasi dapat kembali kondusif.
Melalui kegiatan zikir bersama ini, warga berharap ketegangan yang sempat terjadi dapat mereda dan kerukunan antarwarga di Lingkungan 6 dapat pulih seperti sediakala.














