Medan – Proyek rehabilitasi lima ruang kelas di SMA Negeri 12 Medan Helvetia menuai sorotan. Pasalnya, kegiatan pembangunan tersebut diduga tidak disertai pemasangan papan proyek sebagaimana mestinya dalam setiap pekerjaan yang dibiayai negara.
Pantauan tim media di lokasi, terlihat lima ruang kelas tengah direhabilitasi. Namun, tidak ditemukan adanya papan proyek yang memuat informasi terkait sumber dana, nilai anggaran, waktu pengerjaan, maupun kontraktor pelaksana.
Saat wartawan hendak mendokumentasikan kondisi pembangunan, salah seorang guru bernama Robet Tarigan menghentikan dan meminta kartu identitas wartawan (KTA). “Abang mau ke mana, mau ngapain?” ucap Robet dengan nada tinggi. Wartawan kemudian menjelaskan bahwa mereka datang untuk konfirmasi sekaligus mengambil dokumentasi video. Namun, Robet Tarigan tidak memberikan izin sehingga sempat terjadi perdebatan.
Tim media kemudian mencoba menghubungi Kepala Sekolah SMA Negeri 12 Medan Helvetia melalui pesan WhatsApp, Jumat (26/9/2025) pukul 11.51 WIB, untuk meminta klarifikasi terkait papan proyek. Hingga berita ini diturunkan, belum ada jawaban dari pihak sekolah.
Padahal, aturan mengenai kewajiban pemasangan papan proyek sudah jelas. Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 17 Tahun 2011 tentang Aksi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi, serta Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan perubahannya, mewajibkan setiap proyek yang dibiayai APBN maupun APBD memasang papan nama proyek. Tujuannya agar masyarakat mengetahui transparansi penggunaan anggaran.
“Sekolah negeri adalah lembaga publik, setiap rupiah yang dipakai adalah uang rakyat. Jika tidak ada papan proyek, hal ini jelas mencederai prinsip keterbukaan sebagaimana diatur dalam regulasi,” tegas salah seorang pemerhati pendidikan di Medan.
Hingga kini pihak sekolah maupun instansi terkait belum memberikan klarifikasi atas absennya papan proyek dalam rehabilitasi lima ruang kelas tersebut. Kondisi ini semakin menimbulkan pertanyaan besar: mengapa proyek yang seharusnya terbuka justru terkesan tertutup dari publik?














