BINJAI – Polemik pergantian salah seorang anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Binjai menjadi perhatian publik. Forum Wartawan Kota (Forwaka) Medan turut menyoroti informasi yang berkembang terkait dugaan adanya diskriminasi terhadap salah seorang peserta.
Namun, pihak Pemerintah Kota Binjai melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menegaskan bahwa pergantian tersebut bukan karena diskriminasi, melainkan murni berdasarkan pertimbangan kondisi kesehatan peserta.
Kepala Kesbangpol Kota Binjai, Drs. Ruslianto, M.Pd., menjelaskan bahwa pergantian dilakukan sesuai ketentuan dan hasil keputusan bersama tim pelatih serta tim medis Paskibraka.
Menurutnya, kuota utama Paskibraka Kota Binjai hanya sampai peringkat ke-32. Karena peserta yang bersangkutan dinilai tidak memungkinkan melanjutkan latihan akibat kondisi kesehatan, maka posisi tersebut kemudian digantikan oleh peserta dengan peringkat berikutnya.
“Keputusan ini diambil berdasarkan pertimbangan tim pelatih sekaligus tim medis di lapangan. Yang bersangkutan dinilai tidak memungkinkan melanjutkan latihan karena masalah kesehatan. Pergantian ini merupakan keputusan bersama tim, bukan keputusan saya sendiri,” jelas Ruslianto.
Klarifikasi serupa disampaikan dr. Handoko Pramoto selaku tim medis Paskibraka Kota Binjai. Ia menjelaskan, kondisi kesehatan peserta mulai mengalami gangguan pada 3 Agustus 2026 berupa mual dan muntah.
Kondisi tersebut kembali terjadi pada 4 Agustus dan disertai sesak napas. Peserta kemudian dibawa ke RSUD Djoelham Binjai untuk mendapatkan penanganan medis dan menjalani rawat inap selama beberapa hari.
“Setelah diketahui yang bersangkutan harus menjalani perawatan, tim medis bersama pelatih sepakat bahwa yang bersangkutan tidak dapat melanjutkan pembinaan,” ujar dr. Handoko.
Sementara itu, Ketua Pelatih Paskibraka Kota Binjai, Daniel Saragih, membenarkan adanya keputusan pergantian tersebut. Menurutnya, keputusan diambil dengan mempertimbangkan kondisi kesehatan peserta sekaligus kesiapan formasi Paskibraka untuk pelaksanaan upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026.
Daniel mengatakan, tim tidak ingin mengambil risiko dengan memaksakan peserta kembali mengikuti latihan dalam kondisi kesehatan yang belum sepenuhnya pulih.
Ia menegaskan, pergantian dilakukan melalui pembahasan bersama dan peserta pengganti dipilih berdasarkan urutan peringkat yang telah ditetapkan.
Dengan adanya klarifikasi dari Kesbangpol, tim medis, dan tim pelatih, pihak terkait menegaskan bahwa pergantian anggota Paskibraka tersebut didasari pertimbangan kesehatan dan kesiapan pelaksanaan tugas, bukan karena tindakan diskriminatif.
Meski demikian, polemik yang berkembang di ruang publik diharapkan dapat menjadi momentum bagi seluruh pihak untuk memberikan informasi secara utuh dan berimbang, sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman terhadap proses pembinaan Paskibraka Kota Binjai.














