Medan, 23 April 2026 — Warga Jalan Tanjung Raya, Pasar 6 marelan Desa Manunggal, tepatnya di Gang Persatuan Ujung, mengeluhkan keberadaan home industri pengolahan kikil atau kulit lembu yang dinilai menimbulkan dampak lingkungan serius.
Keluhan utama warga adalah bau menyengat yang berasal dari proses pengolahan kikil tersebut. Selain itu, banyaknya lalat yang berkembang akibat aktivitas produksi membuat kondisi lingkungan menjadi tidak nyaman. Lalat bahkan dilaporkan masuk ke dalam rumah warga dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
“Kami sudah sangat terganggu. Bau tak sedap setiap hari tercium, dan lalat sampai masuk ke dalam rumah,” ujar salah seorang warga setempat.
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dusun Desa Manunggal, Pak Sopian, yang baru menjabat sekitar satu bulan, mengambil langkah tegas dengan meminta pemilik usaha untuk segera memindahkan lokasi usahanya dari lingkungan permukiman warga.
Menurut Pak Sopian, keputusan ini diambil demi menjaga kenyamanan dan kesehatan masyarakat. Ia juga menegaskan bahwa usaha tersebut tidak layak berada di tengah pemukiman padat penduduk.
Pemilik usaha kikil lembu tersebut dikabarkan menerima keputusan warga dan pemerintah dusun. Ia menyatakan kesiapannya untuk memindahkan usahanya, namun meminta waktu maksimal tiga bulan, dengan target tercepat dalam dua bulan ke depan.
“Saya siap pindah, tapi mohon diberi waktu. Paling lama tiga bulan, atau kalau bisa dua bulan kami sudah pindah,” ujar pemilik usaha.
Di sisi lain, muncul juga dinamika sosial di tengah masyarakat terkait persoalan pembagian bantuan beras sebanyak lima goni yang sebelumnya dibagikan kepada warga. Disebutkan bahwa pembagian tersebut memicu ketidaksenangan sebagian warga karena tidak merata.
“Memang ada juga warga yang kurang senang karena pembagian beras tidak semua kebagian,” ungkap salah satu warga.
Meski demikian, mayoritas warga berharap agar persoalan utama, yakni dampak lingkungan dari usaha kikil tersebut, dapat segera diselesaikan dengan pemindahan lokasi usaha sesuai kesepakatan bersama.
Warga juga meminta pihak terkait untuk terus mengawasi agar proses relokasi berjalan sesuai waktu yang telah dijanjikan, demi menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman untuk ditinggali. (Razali)














