Bolmong – Ruas jalan nasional yang melintasi Desa Baturapa, Kecamatan Lolak, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara, menjadi sorotan pengguna jalan. Kondisi jalan berlubang dan tergenang air di jalur Poigar – Kaya – Maelang membuat perjalanan terganggu dan membahayakan pengendara.
Dari pantauan di lokasi, lubang di badan jalan tertutup oleh genangan air, sehingga sulit dikenali pengemudi. Yang lebih mengkhawatirkan, tidak ada rambu atau tanda peringatan di sekitar lokasi untuk mengingatkan pengendara akan bahaya tersebut.
Jalur ini merupakan bagian dari jalan nasional yang berada di bawah pengawasan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.1 Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Utara. Hingga kini belum tampak adanya perbaikan atau bahkan penanganan sementara, seperti pemasangan rambu darurat.
Sejumlah pengendara mengeluhkan kondisi ini, terutama saat malam hari. Lubang yang tertutup air sangat berisiko, terutama bagi pengendara sepeda motor.
Publik berharap agar instansi terkait segera bertindak, baik dengan memperbaiki jalan berlubang maupun memasang tanda peringatan di titik-titik rawan. Mengingat ini adalah jalan nasional, seharusnya ada perhatian lebih. Jangan menunggu sampai jatuh korban.
Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, penyelenggara jalan wajib menyediakan perlengkapan jalan yang memadai, seperti rambu lalu lintas, marka, dan alat pengaman. Selain itu, jalan harus dijaga agar tetap berfungsi baik dan aman bagi pengguna.
Peraturan Menteri PUPR Nomor 13 Tahun 2011 juga mengatur bahwa pihak pelaksana jalan nasional berkewajiban melakukan pemeliharaan rutin, termasuk penanganan darurat terhadap kerusakan yang membahayakan pengguna jalan.
Jika kondisi ini terus dibiarkan tanpa penanganan, selain membahayakan keselamatan, juga dapat dianggap sebagai kelalaian hukum dari pihak yang bertanggung jawab.
Sementara itu, upaya konfirmasi kepada PPK 2.1, Nixon Eduard Sajow, S.T., terkait kondisi jalan yang rusak dan tergenang belum mendapat respons. Hingga berita ini diterbitkan, nomor yang bersangkutan tidak dapat dihubungi.














