Medan, 28 April 2026 — Suasana duka menyelimuti ruang ICU di Rumah Sakit Martha friska, Jalan Tanjung Mulia, Kecamatan Medan Labuhan. Jeritan pilu seorang ibu pecah setelah anaknya, Ezah Dafanio (9), dinyatakan meninggal dunia usai menjalani operasi.
Peristiwa tragis ini bermula pada Jumat, 25 April 2026, ketika korban mengeluhkan sakit pada bagian perut. Sang ibu yang panik sempat meminta saran dari perawat di sekitar tempat tinggalnya. Ia kemudian disarankan untuk membeli obat ranitidin yang disebut dapat meredakan gangguan lambung atau “angin”. Namun, kondisi Ezah tidak kunjung membaik.
Keesokan harinya, Sabtu siang sekitar pukul 13.00 WIB, atas saran seorang warga, Ezah akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Martha friska dan langsung masuk ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk mendapatkan penanganan medis.
Setibanya di IGD, korban diperiksa oleh dokter jaga bernama Rida. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, Ezah diduga mengalami penyakit usus buntu dan disarankan untuk segera menjalani tindakan operasi.
Usai operasi, korban kemudian dipindahkan ke ruang ICU untuk menjalani perawatan intensif. Namun, takdir berkata lain. Di tengah harapan sang ibu, Ezah Dafanio akhirnya menghembuskan napas terakhirnya di ruang ICU rumah sakit tersebut.
Jeritan sang ibu pecah, menyayat hati para pengunjung dan tenaga medis yang berada di sekitar ruangan. Duka mendalam tak terbendung saat ia kehilangan anak tercintanya yang sebelumnya masih dalam kondisi sadar sebelum tindakan operasi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak rumah sakit terkait penyebab pasti meninggalnya korban. Peristiwa ini pun menyita perhatian warga sekitar dan memunculkan berbagai pertanyaan terkait penanganan medis yang diberikan.
Kasus ini diharapkan mendapat perhatian serius dari pihak terkait guna memastikan kejelasan penyebab kejadian serta memberikan keadilan bagi keluarga korban. (Razali)














