Medan – Aksi pencurian dengan modus masuk ke rumah warga terjadi di kawasan Titipapan, Kecamatan Medan Marelan, dan terekam kamera pengawas (CCTV). Dalam peristiwa tersebut, seorang siswi sekolah dasar (SD) menjadi korban setelah nekat mempertahankan telepon genggam miliknya yang dibawa kabur pelaku.
Kejadian berlangsung pada Sabtu (10/1/2026) sekitar pukul 11.40 WIB di Lorong 36 Gang Perabot. Berdasarkan rekaman CCTV dan keterangan warga, pelaku datang menggunakan sepeda motor dan memarkirkannya di luar pagar rumah korban. Pelaku kemudian berusaha masuk ke dalam rumah dan mengambil sebuah ponsel.

Mengetahui barangnya diambil, korban berusaha mengejar pelaku. Namun, saat pelaku melarikan diri menggunakan sepeda motor, korban terseret beberapa meter di badan jalan hingga akhirnya terlepas. Aksi tersebut terekam jelas dalam kamera CCTV di sekitar lokasi.
Akibat kejadian itu, korban mengalami luka lecet di bagian tangan dan kaki. Dari foto yang beredar, terlihat korban mendapatkan perawatan dengan luka di kedua kaki dan tangan akibat terseret di aspal.

Peristiwa ini sontak membuat warga sekitar resah. Pasalnya, aksi pencurian dilakukan secara terang-terangan pada siang hari, dengan pelaku berani masuk ke rumah warga dan membahayakan keselamatan anak-anak.
Menanggapi peristiwa tersebut, Dr. (C) Andi, S.Kom., S.H., M.M., CPM, pemerhati anak di Kota Medan sekaligus dosen di salah satu universitas di Medan, menyayangkan terjadinya aksi kriminal yang menimpa anak di bawah umur.
Menurutnya, kejadian ini menunjukkan masih lemahnya perlindungan terhadap anak di lingkungan permukiman. “Peristiwa ini sangat memprihatinkan karena korbannya adalah anak-anak. Anak tidak seharusnya dihadapkan pada situasi berbahaya akibat tindakan kriminal orang dewasa,” ujar Andi.
Ia menegaskan, keberanian korban mempertahankan barang miliknya patut diapresiasi, namun keselamatan anak harus menjadi prioritas utama. “Anak belum memiliki kemampuan melindungi diri secara fisik. Karena itu, kejadian ini harus menjadi perhatian serius aparat penegak hukum dan pemerintah setempat,” katanya.
Lebih lanjut, Andi mendorong pihak kepolisian untuk segera mengusut kasus ini dan meningkatkan pengamanan lingkungan. Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada serta memperkuat pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat berada di rumah. “Sinergi antara aparat, orang tua, dan warga sangat penting agar kejadian serupa tidak terulang,” tutupnya. (FD)














